Baru Setahun Menjabat, Kebijakan SMART Malah Bikin Pariwisata Lombok Timur Mundur?

Aksi demontrasi meminta evaluasi kebijakan pariwisata Lombok Timur (Foto: Radar Lombok)


Lombok Timur - Satu tahun perjalanan kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur, Herul Warisin dan Edwin Hadiwijaya tampaknya mulai mendapat sorotan negatif. Utamanya soal kebijakan dalam mengurusi pariwisata di Gumi Patuh Karya. 



Puncaknya saat Haji Iron (sapaan akrab Bupati) membuat kebijakan nengganti pengelola Sunrise Land Lombok (SLL). Kebijakan ini justru mendapat serbuan kecaman. Aksi demonstrasi dari berbagai elemen masyarakat terus terjadi. Mereka meminta agar Bupati dengan latar belakang distributor pupuk itu mengevaluasi kebijakan tersebut.



Puncaknya kemarin Kamis 22 Januari 2026, halaman gedung mewah Pemda Lombok Timur menjadi saksi terjadinya kerusuhan. Para demonstran yang meminta bertemu Haji Iron justru bentrok dengan petugas keamanan.



Ketua Pengurus Daerah Muhammadyah Lombok Timur, Roma Hidayat turut menyoroti perihal tersebut. Dalam kepemimpinan SMART, sudah ada tiga hal menjadi sorotan dalam kebijakan pariwisata.



"Blunder atau prestasi? Dalam setahun, SMART sukses menaikkan rating berita & algoritma wisata lombok Timur lewat beberapa lompatan; Membubarkan Bppd Lotim Badan Promosi Pariwisata Daerah. Dan menggantinya dengan mengangkat timsesnya sebagai stafsus pariwisata," tulisnya di akun resmi media sosial Roma Hidayat.



Selain itu, kata Roma Hidayat, kebijakan lain yakni saat mengusir boatman, guide, plus tamunya dari kawasan ekas karena tidak menginap di Lotim. Puncaknya saat ini, di mana era SMART ingin mengganti pengelola SLL yang "sedang sukses" mengembangkan kawasan.



Ditulis Roma, dalam studi kebijakan, ada fenomena yang dikenal sebagai "policy transfer by habit". "Yaitu ketika seorang pengambil kebijakan membawa logika dan kebiasaan dari latar belakang asalnya ke dalam ranah  baru yang sedang ditekuni tanpa koreksi sistemik," sambungnya.



Ia mencontohkan, semisal seorang pensiunan Tentara yang jadi Kdes. "Maka sedikit banyak, pola kepemimpinan dan kebijakan yang diambil, akan dipengaruhi oleh kebiasaan waktu jadi tentara dulu," cuitnya.



Perihal kebijakan pariwisata di Lombok Timur, Roma Hidayat berpendapat, Bupati Lombok Timur kini justru punya latar belakang distributor pupuk.



"Dan kita tahu, Bupati kita punya latar belakang sebagai distributor pupuk yang sangat sukses. Kekayaan dan kesuburan karir politiknya hari ini, tak terlepas dari kesuksesannya jualan pupuk itu," sebutnya. 



"Pertanyaannya, mungkinkah gaya jualan pupuk beliau mempengaruhi gaya kepemimpinan dan kebijakannya saat ini. Wabil khusus terkait issue pariwisata yang saat ini lagi hot," sambung tulisan pentolan ADBMI itu.



Lebih jauh ia mengupas bagaimana kerja disributor pupuk. "Manajemen distribusi pupuk bekerja dalam ekosistem yang super aktif & kompetitif. Pasar terbatas, aktor mudah diganti, kontrak pendek, orientasi pada setoran dan loyalitas jaringan," tandasnya.



Perihal pernyataan Roma Hidayat, media ini berupaya melakukan konfirmasi kepada Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, namun upaya konfirmasi melalui pesan singkat itu belum mendapat jawaban. 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama