Lombok Timur Jadi Daerah Penyumbang Pengangguran Tertinggi di NTB Padahal Didominasi Usia Produktif

Ilustrasi pencari kerja

Lombok Timur - Kabupaten Lombok Timur merupakan daerah dengan status terpadat di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Jumlah penduduk di Kabupaten yang dipimpin Haerul Warisin-Edwin Hadiwijaya, sebanyak 1,43 juta jiwa.


Jumlah ini berbanding lurus dengan angka pengangguran di Gumi Patuh Karya. Di mana, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Lotim ini mencapai 20.120 orang. Jumlah itu tertinggi dibanding seluruh kabupaten/kota se NTB.


Pada 2024, mayoritas penduduk Kabupaten Lombok Timur didominasi oleh usia produktif (umur pada rentang 15-59 tahun). Jumlahnya mencapai 908,97 ribu atau 63,66% dari total populasi.


Sedangkan usia anak-anak (umur 0-14 tahun) serta usia lanjut yang berumur lebih dari 60 tahun masing-masing sebesar 27,02% dan 9,32%


Berdasar data di atas, pekerjaan rumah bagi Iron-Edwin tampaknya tak begitu mudah. Pasalnya, dengan status daerah penyumbang pengangguran tertinggi di NTB. Iron-Edwin diminta menguras keringat agar lowongan pekerjaan semakin banyak.


Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, mengungkapkan bahwa tingkat pengangguran di daerah ini masih cukup tinggi. Saat ini terdapat sekitar 20 ribu angkatan kerja yang belum terserap, atau setara dengan 2,5% dari total populasi.


Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur terus berupaya menekan angka pengangguran melalui berbagai program pelatihan. Disamping itu membuka peluang kerja. 


“Melalui pelatihan ini, harapannya masyarakat bisa mandiri dan mampu menghasilkan penghasilan sendiri. Inilah cara kita menyisir dan mengurangi angka pengangguran yang masih cukup tinggi di Lombok Timur,” jelas Edwin.




Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama