Lalu Iwan Mahardan Putra Sasak: Melintasi Batas, Mengukir Prestasi, Meraih Bintang


Lombok Timur - Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mencatatkan kebanggaan di panggung nasional. Salah satu putra terbaik Bumi Gora, Lalu Muhammad Iwan Mahardan, S.IK, MM, resmi menyandang pangkat Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol).


Kenaikan pangkat tersebut bukan sekadar seremoni struktural, melainkan penegasan bahwa dedikasi, integritas, dan intelektualitas putra Sasak memiliki tempat terhormat di jajaran elit Bhayangkara.


Pencapaian ini sekaligus menorehkan sejarah baru bagi masyarakat NTB. Nama Brigjen Pol. Lalu Iwan Mahardan kini menyusul jejak figur senior NTB, Irjen Pol. Hadi Gunawan, S.IK, S.H, mantan Kapolda NTB, yang lebih dulu menancapkan kiprah di level Perwira Tinggi Polri.


Kehadiran Lalu Iwan di jajaran Pati Polri mempertegas bahwa tradisi kepemimpinan putra Sasak terus berlanjut dan relevan di tingkat nasional.


Meski perjalanan kariernya melintasi berbagai wilayah dan institusi strategis—mulai dari Korps Brimob di Kalimantan Barat hingga pendidikan internasional di Italia, Thailand, dan Beijing-akar kedaerahannya tetap terjaga.


Sosok yang akrab disapa Mamiq Iwan ini dikenal membawa nilai-nilai luhur Sasak, santun dalam bersikap, namun tegas dan terukur dalam mengambil keputusan.

Sebagai lulusan AKABRI 1994, Brigjen Pol. Lalu Iwan Mahardan menapaki karier dari bawah secara konsisten.


Dari jabatan Kapolsek hingga dipercaya memimpin Polres Dharmasraya, setiap tahapan dijalaninya sebagai proses tempaan yang alami, tanpa jalan pintas.


Profil kepemimpinannya kerap disandingkan dengan Irjen Pol. Hadi Gunawan, sama-sama berkarakter bersih dan dekat dengan masyarakat, namun Lalu Iwan tampil dengan sentuhan diplomasi yang kuat dan perspektif global.


Rekam jejak humanisnya juga meninggalkan kesan mendalam, khususnya di kalangan jurnalis. Saat menjabat sebagai Plh. Kabid Humas Polda NTB, ia menggagas wadah wartawan hukum dan kriminal sebagai ruang komunikasi yang sehat antara kepolisian dan media.


Langkah tersebut dinilai mencerminkan kematangan emosional seorang perwira, yang tidak hanya memahami aspek keamanan, tetapi juga menghargai peran pers sebagai pilar demokrasi.


“Yang paling membekas bukan sekadar jabatannya, tapi cara beliau memanusiakan relasi dan membuka ruang dialog yang setara,” ungkap salah satu jurnalis senior di NTB.


Kini, dengan satu bintang di pundaknya, Brigjen Pol. Lalu Iwan Mahardan mengemban amanah baru sebagai Sekretaris Deputi Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN) RI.


Posisi strategis ini menuntut kecakapan birokrasi, koordinasi lintas sektor, serta visi kebangsaan yang kuat, kompetensi yang selaras dengan latar belakang akademik dan pengalaman panjangnya di institusi Polri.


Di Badan Gizi Nasional, ia diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam mendukung agenda besar negara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui penguatan gizi nasional.


Lebih dari sekadar kenaikan pangkat, pencapaian ini menjadi pesan kuat bagi generasi muda NTB. Bahwa kerja keras, integritas, dan konsistensi pengabdian dapat mengantarkan putra daerah berdiri sejajar di barisan jenderal, mengabdi untuk bangsa dengan hati dan intelektualitas.

Sebagaimana pepatah bijak, “Pangkat adalah amanah, teladan adalah warisan.” Dan hari ini, Brigjen Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan tengah menuliskan warisan itu dengan tinta emas.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama