Jumat, 21 Agustus 2026

Bantu PKL Naik Kelas, BRIDA NTB Salurkan Inovasi Gerobak Listrik



Lombok Barat, arAhLensa.com – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat menyerahkan 10 unit gerobak listrik ramah lingkungan kepada masyarakat serta perwakilan asosiasi pedagang asongan dan pedagang kaki lima (PKL) NTB, Jumat (21/8/2026), bertempat di Kantor BRIDA Provinsi NTB.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H., didampingi Sekretaris BRIDA NTB, Retno Untari, S.Si., M.Kes. Penyerahan gerobak listrik menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah dalam mendorong pemanfaatan teknologi ramah lingkungan sekaligus menjadi model inkubasi inovasi untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro dan pedagang kecil.

I Gede Putu Aryadi menyampaikan bahwa gerobak listrik tersebut merupakan hasil pengembangan prototipe yang dirancang oleh Tim Engineering Pokja Pengelola Workshop Permesinan BRIDA NTB, kemudian diproduksi oleh IKM binaan. 

Menurut mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB tersebut, pemanfaatan gerobak listrik ini tidak hanya ditujukan untuk membantu para pedagang meningkatkan mobilitas, memperluas jangkauan pemasaran, serta menekan biaya operasional dalam menjalankan usaha, tetapi juga menjadi media uji penerapan teknologi secara langsung di masyarakat. 

Melalui penggunaan di lapangan, BRIDA NTB dapat memperoleh masukan mengenai keunggulan maupun kekurangan produk sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan lebih lanjut sesuai kebutuhan pengguna. Dengan demikian, pengembangan gerobak listrik diharapkan dapat menghasilkan produk teknologi yang semakin efektif, efisien, tepat guna, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Dengan sarana yang lebih efisien dan modern, para penerima diharapkan dapat memperoleh manfaat ekonomi secara langsung melalui peningkatan omzet dan keuntungan dari aktivitas berjualan keliling. Di sisi lain, keberadaan gerobak listrik juga diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar melalui hadirnya layanan usaha yang lebih mudah dijangkau serta mendukung penggunaan teknologi yang lebih ramah lingkungan.

“Gerobak listrik ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana berjualan, tetapi benar-benar mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan para pelaku usaha. Teknologi harus dapat memberikan manfaat nyata dan membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraannya,” ujar I Gede Putu Aryadi.

Penyerahan bantuan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan penggunaan dan pengoperasian gerobak listrik kepada para penerima. Pelatihan diberikan untuk memastikan setiap pengguna memahami fungsi kendaraan, tata cara pengoperasian yang aman, perawatan dasar, serta pemanfaatan gerobak secara optimal untuk menunjang kegiatan usaha.

Melalui program tersebut, BRIDA NTB juga mendorong agar inovasi dan teknologi semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pemanfaatan gerobak listrik menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM naik kelas, lebih produktif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki daya saing yang lebih kuat. Ke depan, pelaku usaha diharapkan tidak hanya mampu berkembang di pasar lokal, tetapi juga terus meningkatkan kualitas produk dan layanan sehingga mampu mendukung cita-cita pembangunan NTB yang semakin maju dan mendunia.

BRIDA NTB berharap para penerima dapat menjaga dan memanfaatkan gerobak listrik secara berkelanjutan sebagai sarana produktif. Program tersebut juga diharapkan menjadi contoh pemanfaatan inovasi sederhana yang mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung penerapan teknologi ramah lingkungan di Nusa Tenggara Barat.

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.